Selasa, Januari 22, 2008

AIR WUDHU

Sejak dulu, mungkin di antara kita telah pernah melihat orang-orang “pintar”, yang menggunakan air putih untuk mengobati berbagai macam penyakit. Yang mengherankan. Mereka hanya meniup air itu setelah menjampi-jampinya. Lalu si pasien akan disuruh untuk meminumnya atau mengusapkan pada daerah yang sakit. Dan tidak jarang seorang pasien akan sembuh. Praktik seperti ini masih ada sampai saat ini. Kekuatan besar apakah sebenarnya yang telah berlaku pada kondisi seperti itu. Aneh bin ajaib. Yang pasti, orang yang mampu melakukannya saat itu pasti sangat dihormati dan sudah dianggap sakti, mumpuni, bertuah, keramat, dsb.

Andai saja seorang Masaru Emoto tidak menghasilkan sebuah karya besar yang mampu membongkar rahasia air secara ilmiah dalam penelitiannya yang tertuang didalam berbagai bukunya dan sudah tersebar best seller di seluruh dunia itu, maka tentulah masih banyak orang yang mengganggap praktik pengobatan dengan cara konvensional seperti itu, dengan jalan menjampi-jampi air adalah suatu pekerjaan takhayul, khurafat, syirik, pembodohan dsb. Bagaimana tidak, metode pengobatan konvensional itu dalam praktiknya menggunakan berbagai macam bahasa dalam menjampi-jampi. Katakanlah itu mantra. Ada yang menggunakan bahasa daerah. Ada yang menggunakan bahasa arab dan penggalan dari ayat-ayat suci. Termasuk hanya menuliskan huruf-huruf arab kemudian dicelup dalam air. Dan saat itu belum ada penjelasan ilmiah sampai akhirnya datang penemuan yang dilakukan oleh DR. Masaru Emoto.

Dalam berbagai buku karangan Masaru Emoto, semua bukunya membahas mengenai rahasia-rahasia dan kekuatan yang ada pada air. Peneliti Jepang ini pun kemudian menghasilkan sebuah temuan yang sangat sensasional, yakni bahwa partikel-partikel air dapat merespon, memahami, menangkap segala jenis bentuk komunikasi, gelombang, sinyal, energi segala sesuatu yang ada di sekitarnya. Termasuk memahami dan merespon perkataan, pancaran energi, bahasa hati, emosi manusia. Dalam penelitiannya itu, dia meneliti bentuk respon partikel air dengan menggunakan miskroskop mikro elektron yang sebelumnya air sudah dibekukan pada temperatur tertentu.

Sejumlah air yang diberikan perlakukan yang berbeda memberikan respon yang berbeda pula. Itu dapat kita lihat melalui perubahan bentuk yang di berikan oleh partikel air itu. Perlakuan yang baik terhadap air termasuk berkata-kata indah atau menempelkan suatu kata-kata indah disekitarnya akan menghasilkan bentuk partikel air yang indah pula. Begitupula sebaliknya. Dalam percobaanya, Masaru Emoto juga mencoba melakukan hal yang sama dengan berbagai macam bahasa. Dan hasilnya pun sama. Sehingga dapat dikatakan bahwa air dapat memahami pula segala jenis bahasa.

Dalam Al-Qur’an, jauh sebelumnya sudah mengabarkan kepada kita rahasia itu bahwa:

“Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (Q.S: Al-Hasyr ayat 24).

Bertasbih setiap makhluk yang berada di langit dan di bumi mengindikasikan apapun yang berada diataranya (langit dan bumi) adalah sesuatu yang hidup termasuk diantaranya batu, tanah, udara, api dan air karena kesemuanya bertasbih kepada Allah SWT. Berangkat dari itu, tentu saja dapat membuka pikiran kita akan esensi kehidupan suatu benda yang selama ini kita anggap sebagai benda mati.

Sebagai manusia, tubuh kita mengandung 70% unsur air. Ini berarti diri kita sangat sensitif untuk menjadi keruh, karena pengaruh lingkungan disekitar kita. air-air tubuh kita dapat cepat merespon segala bentuk energi. Termasuk energi-energi negatif yang muncul di tengah-tengah kesibukan kita sehari-hari. air-air tubuh kita dapat cepat berubah jika senantiasa berada diantara orang-orang yang memiliki energi-energi negatif. Maka sejak dini perlu bagi kita untuk mengurangi bergaul dengan orang-orang yang selalu marah, buruk sangka, hasud, dsb. Karena air tubuh kita dapat cepat merespon energi negatif itu sehingga kita pun bisa saja menjadi orang yang memiliki sifat yang seperti itu. Tentu kita semua tak ingin itu terjadi. Dan di era seperti saat ini sangatlah sulit untuk menghindari orang yang memiliki air-air tubuh yang keruh.

Patut bagi kita bersyukur bahwa jauh sebelumnya Islam telah melindungi diri kita dari hal-hal yang demikian. Ajaran Islam telah melakukan proteksi melalui ritual air wudhu setiap waktu - waktu menjalankan ibadah shalat. Air wudhu kita menjadi pembersih yang baik setiap saat. Air wudhu yang meresap masuk ke dalam tubuh kita akan mempengaruhi dan memperbaiki air-air tubuh kita yang sempat menjadi keruh dalam aktinvitas sehari-hari. Bagaimana tidak, kita selalu melakukan wudhu lima kali sehari. ini berarti, kita senantiasa memperbaharui air-air tubuh kita sebanyak itu pula. Apalagi setiap kali berwudhu kita diajarkan untuk senantiasa berdoa dan membaca atas nama Allah SWT. Ini akan menjadi semacam mantra ampuh yang dapat merubah struktur air yang akan diusapkan ke tubuh kita, agar dapat menjadi pembersih yang baik lagi pula suci. Apalagi mantra yang kita baca, adalah doa yang bersumber dari pemilik Sang Air. Masya Allah.

2 komentar:

anci mengatakan...

MULAI HARI INI MARI KITA GALAKKAN GERAKAN HEMAT AIR PADA SAAT BERWUDHU KRN SESUNGGUHNYA YANG MUBASSIR ITU (TERMASUK MGGUNAKAN AIR DLM BERWUDHU) ADALAH TEMANNYA SYAITAN. kAMI TELAH MERANCANG KRAN AIR WUDHU DENGAN SENSOR U MENGHEMAT PEMAKAIAN AIR SAAT WUDHU. sYUKRAN

Anonim mengatakan...

Ani, setuju...jagalah diri kita dari membatalkan wudhu...itu sensor terbaik